Sayut Lasem atau kain gendongan bayi khas produksi daerah Lasem Jawa tengah.

Sayut atau sewek gendongan, atau yang sekarang terkenal dengan kain gendongan bayi ini terbuat dari selembar kain katun yang memiliki panjang dari 2,4 – 2,75 meter yang berfungi sebagai gendongan, bukan hanya untuk bayi saja tapi biasa juga untuk gendongan bakul seperti yang dilakukan para ibu-ibu penjual di pasar tradisional.

Mungkin bagi orang-orang kota hal-hal seperti ini sudah tidak diperlukan lagi karena sudah tersedia trolley bayi atau gendongan kaos, atau gendongan yang lebih praktis lainnya. Tapi di daerah kain sayut atau gendongan masih sangat dibuatuhkan, seperti misal saat bayi lahir, seorang nenek biasanya memberikan gendongan seperti ini sebagai hadiah kepada menantu atas kelahiran cucunya. Tak tanggung-tanggung mereka memilihkan sayut atau gendongan batik tulis Lasem yg tiga negeri harganya lumayan skitar 500 – 800rb. Buat mereka memakai gendongan batik lasem adalah suatu kebanggaan, motifnya yang klassik dan terlihat unik dan nyentrik. Kain Lasem khususnya sayut lasem memang sudah terkenal dari dulu di beberapa daerah di Indonesia. Bahkan banyak yang mencoba membuat tiruannya dengan kain printing, yang tentu saja kualitasnya akan berbeda. Kain Lasem masih dibuat dengan cara tradisional menggunakan canting dan malam panas sebagai perintang warnanya. dan pewarnaanya menggunakan metode celup yang membuat pewarnaan awet karena di celup maka warna relatif kuat dan rata.

Untuk itu maka perawatannya juga tidak bisa sembarangan karena masih bersifat tradisional maka pencucian tidak boleh menggunakan detergen, tapi bisa pakai shampo atau di celup-celup aja pada air yang banyak. Proses penjemuran juga tidak boleh terkena matahari langsung tapi cukup diangin-anginkan saja ditempat teduh. Untuk menyeterika sebaiknya di alasi kain diatasnya jadi kain tidak menempel langsung si logam seterika, tapi kain alasnyalah yang terkena logam seterika.

Eh.. Tapi akhir-akhir ini kain sayut Lasem juga laku lho di kota, tapi alih fungsi karena motifnya yang cantik dan unik, mereka memanfaatkan nya sebagai bahan pakaian, banyak yanh dibuat rok atau gamis, karena ukuran kainnya yang relatif panjang dan terdapat tumpal di kedua ujungnya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *